Welcome to Yayasan Darul Ihsan Pesantren, Diniyah RA, MTs dan MA

Kp Lebak Kaum Rt 03 Rw 02 Ds. Karacak Leuwiliang Bogor

Telp. 081317146239 | email: informasi@darulihsanleuwiliang.com

Sejarah Pesantren

Senin, 16 Juli 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 159 Kali

PROFIL PESANTREN

  1. Sejarah Singkat Keberadaan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Pusat

Yayasan Nurul Hidayah yang bertempat di Desa Sadeng Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor adalah salah satu bentuk Pendidikan Agama Islam yang telah berjalan melalui Pendidikan Formal seperti Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah dan juga Pendidikan yang bersifat Non Formal seperti Majlis Ta’lim dan Pondok Pesantren.

Pendiri Pondok Pesantren Nurul Hidayah adalah KH. Uqon Bulqoeny, Pada tahun 1959 KH. Uqon Bulqoeny mendirikan Pondok Pesantren yang bernama Pondok Pesantren Nurul Iman yang bertempat dikampung Muhara, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung. Seiring dengan berjalannya waktu dan dengan harapan berkembangnya Pondok Pesantren yang lebih pesat maka, Tanggal 2 Ramadan 1964 M. berpindah lokasi di Desa Sadeng, Kecamatan Leuwiliang. Yang kebetulan Desa tersebutpun  tempat kelahiran Istri Beliau yang bernama  Ibu HJ. Ikrillah. Dan dan pada tanggal 17 Ramadan Beliau mendirikan Pondok Pesantren  yang diberi nama Hidayahtul Atfal didesa tersebut. diatas tanah hibah dari mertua beliau KH. Mama Bakry .

Alasan Beliau memberi nama Pondok Pesantren tersebut dengan nama Hidayahtul Atfal dikarnakan kebanyakan muridnya dari kalangan anak-anak. Kemudian pada tahun 1970, sepulangnya beliau dari tanah suci, selepas melaksanakan ibadah haji Beliau mengganti nama Pondok Pesantrennya dengan nama  Nurul Hidayah. Dikarnakan santri yang menetap tidak hanya dari kalangan anak-anak namun ada pula dari kalangan remaja hingga dewasa. Nama Nurul Hidayah tersebut tetap dipakai hingga saat ini.

Adapun metode penggajaran yang diterapkan oleh Beliau di Pondok Pesantren Nurul Hidayah  pada saat itu  menggunakan Logat Bahasa Jawa dan penggajian dilakukan secara umum tidak ditingkat-tingkat dan tidak memakai sistem perkelas.

Dan pada tahun 1977 setelahnya Beliau berguru kepada KH. Khoer Efendy diPondok Pesantren Miftahul Huda Tasikmalaya beliau mendapat arahan langsung dari KH. Khoer Efendy untuk mengganti metode menggajar menggunakan logat Sunda dan memakai sistem perkelas (Klasikal). Sehingga pengajian dibagi menjadi beberapa tingkatan dari mulai tingkat dasar hingga tingkat atas. Metode ini juga pernah dianjurkan dan diamanatkan   oleh guru beliau KH. Endin Fahrudin ( Pondok Pesantren Al-Masturiah Sukabumi ). Dan metode menggajar tersebut tetap digunakan diPondok Pesantren Nurul Hidayah hingga saat ini.

Pada tahun 1996 Beliau wafat pada umur 59 tahun tepatnya pada tanggal 9 Dzulqodah 1433 H. yang kemudian tampa kepemimpinan Pondok Pesantren dilanjutkan oleh putra beliau yang kedua KH. Khodamul Quddus. Hingga saat ini Pondok Pesantren Nurul Hidayah dipimpim dan diurus oleh Putra beliau KH. Khodamul Quddus.

KOMENTARI TULISAN INI

...

H. Muhamad Yakub

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pendidikan adalah produk kreatifitas yang sangat luar biasa, aktifitas pendidikan pada hakikatnya adalah sebuah usaha untuk mengembangkan…

Selengkapnya